Tampilkan postingan dengan label Treadmill dan Cek untuk Prajurit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Treadmill dan Cek untuk Prajurit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2015

Prabowo, Treadmill dan Cek untuk Prajurit

Prabowo, Treadmill dan Cek untuk Prajurit

Senin sore ini (9 September 2013) saya bertemu Asaldin Gea di salah satu kawasan di sekitar Grand Indonesia. Gea begitu panggilannya,  seorang mantan prajurit Kopassus dengan pangkat akhir Kapten TNI. Ia juga dikenal oleh banyak tentara sebagai mantan ajudan Prabowo di zaman kemasannya. Usianya masih terbilang muda, 43 tahun dan juga memilih mundur sebagai tanda kesetiaannya pada sosok Prabowo. Tetapi ia enggan bicara banyak alasan-alasan kemundurannya. Sebab ia sangat menghormati lembaga yang pernah membesarkannya itu. “Bicara TNI, sampai akhir hidup saya tetap menjadi kebanggaan meski saya memilih pensiun muda, itu privacy saya. Yang pasti kesetiaan ini tak terbatas untuk seorang jenderal bernama Prabowo Subianto,” katanya singkat.
Sembari diskusi kecil tentang pergerakan politik Pak Prabowo jelang Pilpres 2014, tiba-tiba Gea tergelak setelah melihat treadmill yang dipajang di salah satu etalase. (treadmill; fasilitas olah raga lari dan jogging yang biasa dipakai di ruangan). “Bang, fasilitas treadmill seperti ini  membuat saya pernah gemetaran di depan Pak Prabowo,” katanya sembari tertawa keras, seolah-olah ia mengingat sesuatu yang teramat lucu.