Minggu, 01 Juli 2018

Eratkan Tali Silaturahmi Sesama Muslim Jema’ah Haji Se Kartoharjo Gelar Hala Bihalal


KARTOHARJO   Jamaah haji se kecamatan kartoharjo tahun 1430H/2018M melaksanakan halal bi halal sekaligus mempererat tali silaturahim sesama jamaah haji demi membangun kesalehan individu dan kesalehan sosial pasca haji.

“ Kita berkumpul disini untuk halal bi halal guna mempererat tali silaturahim dan memikirkan bagaimana kedepan untuk mewujudkan tingkat kesalehan individu, juga tingkat kesalehan sosial pasca haji, dan bagaimana para jamaah haji ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dan membantu pemerintah mendorong untuk bisa membantu kaum duafa, fakir miskin, imam mesjid dan anak yatim,” jelas ketua IPHI kecamatan Kartoharjo Bpk Joko,Minggu (01/07/2018)

Dalam sambutannya Camat Kartoharjo menyampaikan, kedepan dengan hadirnya sekretariat menjadi wadah bersama untuk senantiasa mendorong kebersamaan, semangat juang kepada masyarakat dan juga untuk mendorong syi’ar untuk mengajak masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Kartoharjo di dalam melaksanakan ibadah haji. “Kumpul-kumpulnya kita tidak hanya reuni tapi juga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang betul-betul kita bisa gunakan untuk bersinergi dengan pemerintah dan punya program yang jelas,”

Sementara itu, Kapolsek Kartoharjo Bpk H.Edy Rianto SH. mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini dan berharap sepulang dari berhaji, para jamaah haji membentuk satu organisasi. “ Organisasi atau perkumpulan yang mereka bentuk ini bisa membantu pemerintah, dalam hal ini ajaran agama dalam mengembangkan apa yang mereka dapatkan ketika di tanah suci yaitu aktualisasi makna haji didalam kehidupan sehari-hari” .

Lestarikan Beladiri Asli Indonesia PSHT Selenggarakan Kejurnas Pencak Silat Antar Pelajar


Karangrejo – Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) sebagai salah satu wadah untuk melestarikan bela diri lokal khususnya pencak silat yang ada di Indonesia, menyelenggarakan Kejurnas Pecak silat antar pelajar tingkat SD, SMP dan SLTA. Kejurnas yang dibuka langsung  oleh ketua pusat PSHT Dr. Ir. M Tufik SH. Msc  di aula SMP Negeri 2 karangrejo ini merupakan ajang pertandingan untuk mencari atlit pencak silat muda khususnya  para pelajar yang ada di Indonesia. (Sabtu malam, 29/06/1018)

Kejurnas ini diikuti oleh para pelajar dari berbagai daerah seluruh jawa, Sumatra,  Kalimantan,  Sulawesi serta dari Papua. Pencak silat merupakan bela diri asli Indonesia peninggalan para leluhur bangsa Indonesia , pada saat awal berdirinya pencak silat berkembang pada masa penjajahan, sebagai bentuk bela diri untuk melawan penjajahan pada masa itu. Oleh karena itu warisan budaya pencak silat ini perlu di peliharadan di lestarikan. “ Ungkap Ketua  PSHT Dr. Ir. M Tufik SH. Msc”

Di gelarnya kejurnas pencak silat antar pelajar ini memanfaatkan waktu libur panjang anak sekolah sehingga waktu libur mereka bermanfaat untuk kegiatan positif. Rencana kejurnas ini akan di gelar selama 6 hari (1-6 Juli 2018).

Danramil 0804/07 Karangrejo Kapten Inf Arif W yang turut hadir dalam kejurnas tersebut mengharapkan agar solidaritas dan silaturahmi antar sesama pesilat dapat terpelihara dengan diadakannya kegiatan ini sehingga dapat menghindari gesekan antar sesama perguruan.

Dengan adanya kejuaraan pencak silat ini akan menumbuhkan bakat dan minat para pelajar  untuk melestarikan bela diri asli indonesia ini akan tetapi juga menjadi ajang untuk berkompetisi guna melahirkan atlet-atlet muda. “Pungkas Danramil” (MDC0804)

Antipasi Musim Kemarau, Babinsa Rutin Rawat Mesin P2T Untuk Irigasi Persawahan


BENDO –  Musim kemarau sekarang ini, sumber air yang mengairi sawah warga masyarakat desa lemahbang Kecamatan Bendo hanya berasal dari P2T. Untuk itu perlu adanya perawatan dan pemeliharaan secara rutin agar sewaktu-waktu digunakan tidak terjadi permasalahan atau kerusakan pada mesin diesel P2T tersebut. Babinsa desa Lemahbang Serma Jumadi dan Sulaiman petugas operator P2T melaksanakan pengecekan dan perawatan rutin peralatan mesin diesel P2T yang ada di desa lemahbang. (Minggu, 01/07/2018).

Berdasarkan pengalaman Babinsa Serma Jumadi bahwa kebutuhan air untuk tanam padi yang paling banyak membutuhkan air saat pengolahan lahan sampai musim tanam. Kebutuhan air untuk pengolahan lahan sampai siap tanam kurang lebih selama 30 hari mengkonsumsi air hampir 20% dari total kebutuhan air. Sedangkan kebutuhan air untuk fase bunting sampai pengisian bulir membutuhkan air sebanyak 35 % dari total kebutuhan air.

Berdasarkan data tersebut, perlu pengaturan dalam pengairan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik sesuai harapan petani. Apalagi sekarang ini baru memasuki musim kemarau dan wilayah desa lemahbang masyarakatkan lagi musim panen padi sehingga perlu sekali irigasi yang bisa mengairi sawah mereka untuk dapat diolah kembali lahan persawahan mereka sehingga tidak telat dalam musim tanam berikutnya.

Dengan dirawat dan dipelihara dengan baik P2T ini maka harapan masyarakat desa lemahbang apabila sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan air, maka tidak ada kendala lagi atau terjadi kerusakan mesin yang berakibat pada kekeringan sehingga menunda pada musim tanam ini atau yang sudah tanam padi akan mengering akibat kekurangan air.

Bapak Sulaiman sebagai operator P2T dan masyarakat desa lemahbang  sangat senang apabila babinsa ikut serta dalam pengawasan pengairan ini sehingga dapat diatur giliran sawah mana yang harus didahulukan sesuai dengan keadaan tanamannya sehingga bisa merata mendapatkan air sesuai dengan kebutuhan sawah mereka. Agar tanaman padi tidak kekurangan air sehingga dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang sesuai dengan harapan para petani. (MDC0804)

Tradisi Halal-bihalal Di Pondok Pesantren Handurusiyah, Bentuk Pendekatan Warga Biaan dihadiri Danramil 0804/04 Parang


Parang, Danramil 0804/04 parang Kodim 0804 Magetan Kapten Inf Gunaan Bersama Babinsa Desa Ngelopang Sertu Kusno Menghadiri Halal Bihalal di Pondok Pesantren Handurusiyah Ds Ngelopang, Kec Parang, Kab Magetan, Sabtu (30/06/2018).

Dalam Memberikan Tausyiahnya KH Narzuki Mustamar Lc.M.Ag Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Gasek Malang,Halāl Bihalal merupakan acara saling bermaaf-maafan yang dilakukan pada Bulan Syawal. Setelah umat Islam selesai puasa Ramadhan sebulan penuh maka dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah SWT. Namun, dosa kepada sesama manusia belum akan diampuni Allah SWT. jika belum mendapat kehalalan atau dimaafkan oleh orang tersebut. Oleh karena itu tradisi halal bihalal dilakukan dalam rangka saling memaafkan atas dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan agar kembali kepada fitrah (kesucian). Tradisi ini erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri.

Tujuan Halal Bihalal selain saling bermaafan adalah untuk menjalin tali silaturahim dan mempererat tali persaudaraan. Sampai saat ini tradisi ini masih dilakukan di semua lapisan masyarakat. Mulai keluarga, sekolah, sampai istana kepresidenan. Bahkan acara halal bihalal sudah menjadi tradisi nasional yang bernafaskan Islam.

Istilah Halal Bihalal berasal dari bahasa Arab (halla atau halal) tetapi tradisi halal bihalal itu sendiri adalah tradisi khas bangsa Indonesia, bukan berasal dari Timur Tengah. Bahkan bisa jadi ketika arti kata ini ditanyakan kepada orang Arab, mereka akan kebingungan dalam menjawabnya.

Halal Bihalal sebagai sebuah tradisi khas Islam Indonesia lahir dari sebuah proses sejarah. Tradisi ini digali dari kesadaran batin tokoh-tokoh umat Islam masa lalu untuk membangun hubungan yang harmonis (silaturahim) antar umat. Dengan acara halal bihalal, pemimpin agama, tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah akan berkumpul, saling berinteraksi dan saling bertukar informasi. Dari komunikasi ini akan mempererat kekeluargaan dan dapat menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

Pada acara halal bihalal semua orang mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Hal ini mengandung maksud bahwa ketika secara lahir telah memaafkan yang ditandai dengan berjabat tangan atau mengucapkan kata maaf, maka batinnya juga harus dengan tulus memaafkan dan tidak lagi tersisa rasa dendam dan sakit hati. (MDC0804)

Babinsa Desa Lemahbang Peduli Irigasi Persawahan Warga


BENDO, Pada musim kemarau seperti sekarang ini, Satu-satunya Sumber air yang dapat mengairi sawah warga masyarakat desa lemahbang kecamatan bendo adalah berasal dari P2T. Untuk itu perlu adanya perawatan dan pemeliharaan secara rutin agar apabila sewaktu-waktu digunakan tidak terjadi permasalahan atau kerusakan pada mesin diesel P2T tersebut. Babinsa desa lemahbang Serma Jumadi dan Petugas operator P2T Bapak Sulaiman melaksanakan pengecekan dan perawatan rutin peralatan mesin diesel P2T yang ada di desa lemahbang. Minggu, (01/07/18).

Dari hasil pengalaman Babinsa Serma Jumadi bahwa kebutuhan air untuk tanam padi yang paling banyak membutuhkan air adalah pada saat pengolahan lahan sampai dengan musim tanam. Kebutuhan air untuk pengolahan lahan sampai siap tanam kurang lebih selama 30 hari mengkonsumsi air hampir 20% dari total kebutuhan air. Sedangkan kebutuhan air untuk fase bunting sampai pengisian bulir membutuhkan air sebanyak 35 % dari total kebutuhan air.

Berdasarkan data ditersebut perlu pengaturan dalam pengairan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik sesuai harapan petani. Apalagi sekarang ini baru memasuki musim kemarau dan wilayah desa lemahbang masyarakatkan lagi musim panen padi sehingga perlu sekali irigasi yang bisa mengairi sawah mereka untuk dapat diolah kembali lahan persawahan mereka sehingga tidak telat dalam musim tanam berikutnya.

Dengan dirawat dan dipelihara dengan baik P2T ini maka harapan masyarakat desa lemahbang apabila sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan air, maka tidak ada kendala lagi atau terjadi kerusakan mesin yang berakibat pada kekeringan sehingga menunda pada musim tanam ini atau yang sudah tanam padi akan mengering akibat kekurangan air.

Bapak Sulaiman sebagai operator P2T dan masyarakat desa lemahbang sangat senang apabila babinsa ikut serta dalam pengawasan pengairan ini sehingga dapat diatur giliran sawah mana yang harus didahulukan sesuai dengan keadaan tanamannya sehingga bisa merata mendapatkan air sesuai dengan kebutuhan sawah mereka. Agar tanaman padi tidak kekurangan air sehingga dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang sesuai dengan harapan para petani. (R.13)